Padaprakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, selama ini asosiasi tidak pernah diikutsertakan, bahkan tidak mengetahui pasar mana yang direvitalisasi dan diberikan dana. (seperti sayur mayur, buah dan daging) sejak 2007 hingga 2010.
Ciriciri Pasar Persaingan Sempurna. #1 Setiap Produsen Memiliki Kebebasan. #2 Terdapat Banyak Penjual dan Pembeli. #3 Penjual dan Pembeli Telah Memiliki Pengetahuan. #4 Barang atau Jasa yang Ditawarkan Bersifat Homogen. #5 Perpindahan Sumber Ekonomi yang Cukup Sempurna. Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna. #1 Tidak Ada Kekuasaan Dalam PPS.
BeliSawi Putih Sayur Segar Kiloan Pasar Murah Bandung di Pasar Murah Bandung - Toko Sayur, Buah, Daging & Ikan Official Store. Kami hanya menerima kurir instant untuk menjaga kualitas Sayur, Daging dan Buah tetap Fresh ketika sampai di tangan Konsumen, ada beberapa yang bisa dikirim oleh ekspedisi lain seperti JNT dan SiCepat untuk produk
Perbedaanpada elemen-elemen itu akan membedakan cara masing-masing pelaku pasar dalam industri berperilaku, yang pada gilirannya akan menentukan perbedaan kinerja pasar yang terjadi. 4. Hasibuan (1993), struktur pasar adalah jumlah dan ukuran distribusi perusahaan dalam pasar serta mudah atau sulitnya masuk dan keluar dari pasar.
TransaksiPasar (Sumber : google.com) institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian.Ini adalah pengaturan yang memungkinkan
Tokokelontong besar menjual sejumlah besar barang-barang rumah tangga dan pakaian juga. Toko kelontong kecil yang terutama menjual sayuran dan buah-buahan segar dikenal sebagai pedagang sayur (Inggris) atau pasar produksi (AS). Di beberapa negara, istilah kelontong digunakan untuk menggambarkan toko serba ada dan supermarket.
Pasarekspornya adalah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Timur tengah. Dengan potensi tersebut, tentu tak mengherankan bila hasil riset pusat Kajian Holtikultura Tropika (PPKHT). LPPM IPB menyebutkan keberadaan buah impor hanya sekitar 5%
1Sebelum memiliki pelanggan tetap berjualan sayur atau buah yang lebih tahan lama,contoh sayuran dan buah ini adalah: Aneka kacang-kacangan,kentang,labu,nanas,salak pondoh,dan sebagainya. 2.Cari barang dari penjual pertama sebelum masuk ke tengkulak atau jika memungkinkan beli langsung dari petani dengan harga borongan perpohon dan seterusnya.
dasarhukum daripada pasar tradisional itu. Tugas dan kewenangan yang dimaksud pada setiap peraturan yang mendasari pasar tradisional tersebut adalah : 1. Menurut Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern pasal 15 menyatakan bahwa: 70
JualanBuah-Buahan. Selain usaha sayuran segar dan bahan mentah lainnya untuk dimasak, berjualan buah-buahan segar juga bisa dibilang sebagai usaha yang laku setiap hari. Buah-buahan yang tersedia biasanya ada yang merupakan buah musiman, yang hanya ada pada periode tertentu, serta jenis buah-buahan lainnya yang bisa tersedia sepanjang tahun.
yNNu. ArticlePDF Available AbstractPenyaluran barang-barang dari pihak produsen ke konsumen sangat membutuhkan jasa perantara, yang biasanya dikenal dengan pedagang perantara/keliling. Pedagang perantara/keliling ini menerima barang langsung dari produsen dan menjual barangnya secara door to door dari rumah kerumah. Banyak persoalan yang dihadapi oleh pedagang perantara/keliling baik yang berhubungan langsung dengan pemasaran hasil-hasil pertanian maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-sehari. Namun demikian dari segi ekonomi pertanian berhasil tidaknya pedagang dan tingkat harga yang diterima pedagang untuk hasil pendapatannya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan pedagang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diterima oleh pedagang sayuran buah keliling dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata total tingkat pendapatan yang diterima dari kelima komoditi sayuran buah yaitu kacang panjang, buncis, terong, tomat dan ketimun per satu bulan penjualan tergolong tinggi yaitu sebesar Rp. tingginya tingkat pendapatan ini karena lebih besar dari dari biaya produksi yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai R/C lebih dari satu, yakni 2,05. Sedangakan berdasarkan hasil analisis regresi faktor umur dan faktor tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang negatif dengan tingkat pendapatan. Faktor jumlah beban tanggungan mempunyai hubungan yang positif dengan tingkat pendapatan. Artinya jika adanya penambahan 1 satu unit jumlah beban tanggungan maka akan mengakibatkan kenaikan tingkat pendapatan sebesar 1 satu rupiah dengan asumsi cateris paribus. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 81 ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG SAYURAN BUAH KELILING DI DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE Susanti Sylfia Sairdama Staf Pengajar Faperta USWIM-Nabire, e-mail - ABSTRAK Penyaluran barang-barang dari pihak produsen ke konsumen sangat membutuhkan jasa perantara, yang biasanya dikenal dengan pedagang perantara/keliling. Pedagang perantara/keliling ini menerima barang langsung dari produsen dan menjual barangnya secara door to door dari rumah kerumah. Banyak persoalan yang dihadapi oleh pedagang perantara/keliling baik yang berhubungan langsung dengan pemasaran hasil-hasil pertanian maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-sehari. Namun demikian dari segi ekonomi pertanian berhasil tidaknya pedagang dan tingkat harga yang diterima pedagang untuk hasil pendapatannya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan pedagang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diterima oleh pedagang sayuran buah keliling dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata total tingkat pendapatan yang diterima dari kelima komoditi sayuran buah yaitu kacang panjang, buncis, terong, tomat dan ketimun per satu bulan penjualan tergolong tinggi yaitu sebesar Rp. tingginya tingkat pendapatan ini karena lebih besar dari dari biaya produksi yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai R/C lebih dari satu, yakni 2,05. Sedangakan berdasarkan hasil analisis regresi faktor umur dan faktor tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang negatif dengan tingkat pendapatan. Faktor jumlah beban tanggungan mempunyai hubungan yang positif dengan tingkat pendapatan. Artinya jika adanya penambahan 1 satu unit jumlah beban tanggungan maka akan mengakibatkan kenaikan tingkat pendapatan sebesar 1 satu rupiah dengan asumsi cateris paribus. Kata Kunci Pedagang, Nabire, sayur-sayuran. I. PENDAHULUAN Latar belakang Peningkatan produksi pertanian tidak akan mempunyai arti kalau produk-produk yang berlebihan itu tidak dapat dipasarkan dengan baik atau memperoleh nilai pemasaran yang wajar. Pada masa dimana suatu bangsa hanya memproduksi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, aktifitas pemasaran pun belum ada tetapi setelah ada kelebihan produksi yang dihasilkan suatu keluarga atau dirasakan adanya kekurangan akan sesuatu yang dibutuhkan, maka pada saat itu pula mulai diadakannya kegiatan pertukaran barang, Limbong, 1987. Penjualan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencari atau mengusahakan agar ada pembeli atau ada permintaan pasar yang potensial terhadap barang dan jasa yang dipasarkan pada tingkat harga yang menguntungkan. Penjualan juga melakukan perencanaan tentang cara-cara atau pola penjualan yang Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 82 bagaimana yang dapat menjamin adanya kemantapan permintaan pasar dari barang dan jasa yang diusahakan, Limbong, 1987. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam penyaluran barang-barang dari pihak produsen ke konsumen sampai kebeberapa pedagang perantara, dimana pedagang dapat dalam bentuk perseorangan pengecer yang menjadi perantara untuk menjual barang-barang dalam jumlah kecil secara langsung kepada para konsumen akhir. Biasanya pedagang keliling ini menerima barang langsung dari produsen dan menjual barangnya secara door to door dari rumah kerumah. Kampung Wadio Kampung Kalisemen dan Kampung Bumiraya merupakan salah satu sentra produksi sayur-sayuran di Distrik Nabire Barat yang senantiasa mendistribusikan hasil produksinya ke pasar-pasar yang ada di Kabupaten Nabire seperti Pasar Pagi, Pasar Karang dan Pasar Kalibobo. Disamping sentra produksi sayuran, ketiga kampung tersebut juga merupakan sentra pedagang sayur keliling serta letak ketiga kampung ini cukup dekat dengan Kabupaten Nabire sehingga mempermudah pedagang keliling untuk menjajahkan jualannya di Kabupaten Nabire dari rumah ke rumah. Pedagang keliling yang ada pada daerah penelitian merupakan masyarakat setempat yang adalah masyarakat transmigran dari Jawa yang mata pencaharian utama mereka adalah sebagai pedagang keliling yang menjajahkan sayuran dari rumah ke rumah dengan menggunakan kendaraan beroda dua disamping sebagai petani jeruk manis. Kegiatan menjual sayuran keliling disebabkan karena Kampung Wadio merupakan sentra produksi sayuran yang mempunyai sifat-sifat 1. Merupakan salah satu bahan pangan yang diperlukan oleh seluruh masyarakat, 2. Permintaan terhadap sayur-sayuran terus meningkat dan 3. Mudah rusak sedangkan masyarakat pada umumnya memerlukan sayuran yang masih segar. Disamping itu juga mata pencaharian sebagai pedagang keliling ini menurut mereka dapat memperoleh pendapatan yang menguntungkan. Banyak persoalan yang dihadapi oleh pedagang pengumpul baik yang berhubungan langsung dengan pemasaran hasil-hasil pertanian maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-sehari. Namun demikian dari segi ekonomi pertanian berhasil tidaknya pedagang dan tingkat harga yang diterima pedagang untuk hasil pendapatannya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan pedagang Mubyarto, 1980. Untuk itu pedagang harus benar-benar memperhitungkan pengeluaran dan penerimaan dimana pedagang harus menjual barang-barang daganganya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan Mosher, 1991. Perumusan Masalah Berdasarkan penulisan latar belakang diatas maka masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah - Berapa besar pendapatan yang diterima oleh pedagang sayuran buah keliling. - Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling. Tujuan Penelitian - Mengetahui besarnya pendapatan yang diterima oleh pedagang sayuran buah keliling. - Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling. - Kegunaan Penelitian - Memperoleh gambaran tentang besarnya pendapatan pedagang sayuran buah keliling sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pendapatan pedagang sayuran buah keliling. - Sebagai informasi bagi pedagang sayuran buah keliling di daerah penelitian secara khusus dan pedagang Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 83 lain secara umum dalam rangka peningkatan taraf hidup mereka. - Sebagai bahan informasi bagi penelitian lain yang masalahnya berkaitan dengan tingkat pendapatan. Hipotesa Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuan penelitian maka hipotesis yang disajikan sebagai dasar dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut - Diduga pendapatan yang diperoleh pedagang sayur buah keliling menguntungkan. - Diduga faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling adalah umur, pendidikan dan jumlah beban tanggungan. II. METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Februari sampai dengan April 2009, bertempat di kampung Wadio kampung Kalisemen dan Bumiraya Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire, sengaja dipilih sebagai tempat penelitian dengan alasan ketiga desa tersebut merupakan tempat tinggal para pedagang sayuran buah keliling. Metode Penentuan Sampel Penetuan sampel pedagang dilakukan secara acak sederhana Simple Random Sampling, sebesar 25 orang atau 20 persen jumlah pedagang-pedagang sayuran buah keliling di kampung Wadio Kalisemen dan bumiraya sebanyak 125 orang. Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survei melalui kegiatan wawancara dan pengisian daftar pertanyaan Kuesioner pedagang. Variabel yang digunakan sebagai indikator antara lain karakteristik pedagang responden dan data produksi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Kantor Desa setempat dan instansi-instansi lain yang terkait dengan penelitian ini. Kerangka Analisa Untuk menguji hipotesis dan mengetahui besarnya pendapatan yang diterima dari harga jual yang berlaku ditingkat pedagang, maka digunakan formula sebagai berikut Pd = TR1 - TC 1 .......................1 Dimana Pd = Pendapatan Pedagang Sayuran TR = Total Penerimaan TC = Total Biaya Kemudian digunakan untuk menilai kelayakan usaha tani, dimana indikatornya sebagai berikut RCR = TR/ TC …………………2 Dimana RCR = Return/Revenue and Cost Rasio TR = Total Penerimaan Total Revenue TC = Total Biaya Produksi Total Cost Kriteria keuntungan dengan indikator ini adalah RCR > 1 dianggap layak, sedangkan RCR 48 3 12,00 Total 25 100,00 Sumber Data Data Primer, 2008. Tabel 1 memperlihatkan kategori umur pedagang responden yang dibedakan atas 3 tiga golongan yaitu pedagang sayur keliling yang berumur muda sebanyak 13 tiga belas orang 52,00%, pedagang sayur keliling yang berumur sedang antara sebanyak 9 sembilan orang 36,00% dan 3 tiga orang 12,00% petani responden yang berumur tua. Rata-rata umur responden yaitu 33,33 tahun. Dari segi umur yang mendominasi pedagang responden yaitu pedagang yang dikategorikan berumur muda yaitu antara <37 tahun sebanyak 52,00%. Besarnya persentase responden ini menunjukkan bahwa banyaknya usia produktif dalam mengusahakan aktifitas berdagang sayuran. Pendidikan Menurut Mosher 1987, pendidikan diperlukan agar pedagang dapat bertindak rasional, dapat membina kepercayaan-kepercayaan serta tradisi-tradisi masyarakat yang menunjang pembangunan dan sebaliknya berusaha mengurangi pengaruh dan kepercayaan serta tradisi yang menghambat pembangunan. Hal ini sejalan dengan pendapat Soeharjo 1975, yang mengatakan bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki pedagang sangat menentukan keberhasilan pedagang dalam mengelola usahanya. Rata-rata tingkat pendidikan yang dimiliki pedagang sayur keliling di daerah penelitian masih rendah atau hanya mampu bersekolah selama 6 enam tahun tingkat SD dan terdapat beberapa pedagang memiliki tingkat pendidikan SMP dan ada juga sebagian dari responden yang pernah bersekolah sampai tingkat yang lebih tinggi yaitu tingkat SMA tetapi tidak dapat menyelesaikannya sehingga ijazah tertinggi yang dimiliki adalah ijazah SMP. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat Jumlah Presentase Pendidkan orang % SD 16 64,00 SMP 9 36,00 Total 25 100,00 Sumber Data Data Primer, 2008. Berdasarkan tabel 2 dapat dijelaskan bahwa tingkat pendidikan SD sebanyak 16 enam belas orang dengan persentasenya sebesar 64,00% atau hanya mampu bersekolah selama 6 enam tahun. 9 sembilan orang pedagang responden 36,00% mampu bersekolah pada tingkat SMP selama 9 sembilan tahun. Sedangkan yang bersekolah lebih dari sembilan tahun ada tetapi tidak sampai menamatkan SMA. Ini berarti bahwa pedagang responden pada daerah penelitian hanya mampu bersekolah pada tingkat Sekolah Dasar SD. Jumlah Beban Tanggungan Besar kecilnya jumlah anggota keluarga memacu pedagang untuk lebih giat lagi dalam berusaha, guna memperoleh pendapatan yang lebih besar. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 85 Mengingat pedagang terhadap pemenuhan kesejahteraan setiap anggota keluarganya. Data yang diperoleh pada daerah penelitian menunjukkan bahwa besarnya beban tanggungan pedagang responden berkisar antara 2 dua sampai dengan 10 sepuluh orang. Jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Distribusi Responden Menurut Beban Tanggungan Jumlah Beban Jumlah Persentase Tanggungan orang % Rendah 1-2 orang 3 12,00 Sedang 3-6 orang 16 64,00 Tinggi 7-10 orang 6 24,00 Total 25 100,00 Sumber Data Data Primer, 2008. Berdasarkan tabel 3 dijelaskan bahwa pedagang yang memiliki jumlah tanggungan rendah 1-2 orang sebanyak 3 tiga orang dengan persentase 12,00%, sedangkan pedagang yang memiliki beban tanggungan sedang 3-6 orang sebanyak 16 enam belas orang dengan persentasenya 64,00% dan pedagang yang memiliki tanggungan tinggi 7-8 orang sebanyak 6 enam orang dengan persentase 24,00%. Keadaan Usahatani Umumnya pedagang sayuran buah keliling di Kabupaten Nabire yang berasal dari Desa Wadio Kalisemen dan Bumi Raya Tidak hanya berjualan sayuran buah saja, disamping berjualan sayuran buah pedagang tersebut juga menjual sayuran daun, sayuran sebagai bumbu-bumbuan, sayuran bunga, umbi-umbian dan masih banyak lagi yang didagangkan. Selengkapnya mengenai sayuran buah yang didagangkan dan banyak diminati oleh masyarakat dapat dilihat pada Tabel 4. Pada Tabel 4 nampak jelas bahwa komoditi sayur kacang panjang yang paling banyak dijual oleh pedagang. Untuk perhitungan 1 satu bulan para pedagang sayuran buah keliling sebanyak 25 responden menghabiskan ikat kacang panjang dengan persentase 24,33%. Alasan mereka ialah permintaan/selera konsumen terhadap komoditi ini dan juga harga jualnya yang murah. Disusul dengan dengan komoditi ketimun yang menghabiskan ikat dengan persentase 19,84%, kemudian komoditi tomat dan terong masing-masing menghabiskan bungkus dengan persentase 19,59% dan ikat dengan persentase 18,68% sedangkan komoditi yang paling sedikit di jual oleh pedagang adalah buncis, yang hanya menghabiskan bungkus dengan persentase 17,56%. Tabel 4. Banyaknya Sayuran Buah Yang diusahakan Menurut Jenisnya Untuk Satu Bulan Penjualan Di Desa Wadio, Kalisemen Dan Bumi Raya, 2008. Jenis Tanaman Jumlah Persentase Ikat/bungkus % Kacang Panjang 24,33 Buncis 17,56 Terong 18,68 Tomat 19,59 Ketimun 19,84 Total 100,00 Sumber Data Data Primer, 2008. Untuk itu pedagang responden harus benar-benar memperhitungkan pengeluaran dan penerimaan dimana pedagang harus menjual produk-produknya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkannya. Biaya Usahatani Sayuran Buah Biaya Produksi Kegiatan usahatani pedagang sayuran buah keliling hanya memerlukan biaya produksi yang meliputi harga beli dan biaya transportasi. Kegiatan ini tidak memerlukan biaya tenaga kerja dan biaya-biaya lainnya karena pedagang sayuran buah keliling ini bekerja sendiri tanpa dibantu buruh atau pekerja tetap yang dibayar. Biaya merupakan faktor produksi yang sangat menentukan kelangsungan proses Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 86 produksi, mengingat biaya adalah pengorbanan-pengorbanan yang mutlak harus diadakan, dikeluarkan agar dapat diperoleh suatu hasil Wasis,1992. Biaya yang dikeluarkan oleh seorang pedagang dalam proses produksi sehingga membawanya menjadi produk disebut biaya produksi yang meliputi biaya tetap dan biaya variabel. Adapun biaya tetap dalam usahatani sayuran buah keliling yang digunakan oleh pedagang responden pada daerah penelitian antara lain adalah biaya untuk pembelian bensin yaitu biaya transportasi. Sedangkan biaya variabel meliputi harga beli sayuran buah itu sendiri. Untuk lebih jelasnya pada tabel memperlihatkan adanya peerbedaan biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan R/C untuk masing-masing komoditi yang diusahakan pedagang responden dalam 1 satu bulan produksi. Tabel 5. Rata-rata Biaya Pemasaran, Penerimaan, Pendapatan Dan R/C Komoditi Sayuran Buah Untuk Satu Bulan Penjualan Di Desa Wadio, Kalisemen Dan Bumi Raya, 2008. No. Jenis Komoditi Produksi Harga Jual Biaya Pemasaran Penerimaan Pendapatan R/C Sayuran Buah Ikat Rp/Ikat Rp Rp Rp 1. Kacang Panjang 389,76 1,44 2. Buncis 281,28 1,64 3. Terong 299,20 1,66 4. Tomat 313,84 2,33 5. Ketimun 317,92 2,19 Total 2,05 Sumber Data Data Primer, 2008 Berdasarkan hasil analisis tabel menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi kelima jenis komoditi sayuran yang dijual dalam satu kali penjualan yaitu pada komoditi kacang panjang sebesar Rp. komoditi buncis sebesar Rp. komoditi terong dengan biaya sebesar Rp. sedangkan untuk komoditi tomat dan komoditi ketimun masing-masing sebesar Rp. dan Rp. Dari data tersebut terlihat adanya perbedaan biaya produksi dimana ada komoditi yang memerlukan biaya produksi besar dan ada juga yang memerlukan biaya produksi kecil. Harga Jual Harga merupakan indikator penting bagi penjual dan pembeli dalam hal ini pedagang sayuran buah keliling dengan konsumen akhir. Bagi pedagang sebagai produsen, harga menjadi pedoman untuk melaksanakan produksi dan bagi konsumen akhir untuk melaksanakan putusan untuk membelinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara pedagang sayuran buah keliling yang satu dengan pedagang yang lainnya tidak terjadi perbedaan harga ini dikarenakan pedagang responden mengambil produk sayuran tersebut di satu tempat yang sama dengan harga yang sama pula, sehingga dari masing-masing pedagang serempak memberikan harga yang sama. Pendapatan Usahatani Pedagang Sayuran Buah Dan Nilai R/C Kegiatan usahatani bertujuan untuk mencapai produksi dibidang pertanian yang pada akhirnya dpat dinilai dengan uang, setelah memperhitungkan biaya produksi maka pedagang akan memperoleh pemasukan atau yang sering disebut dengan pendapatan, dimana pendapatan ini akan mendorong pedagang untuk mengalokasikannya dalam berbagai kegunaan. Menurut Soeharja 1979, besarnya pendapatan yang diterima oleh pedagang dalam satu kali penjulannya berbeda-beda, bahkan dalam penjualan jenis komoditi yang sama mempunyai pendapatan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian pedagang responden berusaha untuk Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 87 meningkatkan pendapatannya dengan menjual keanekaragaman komoditi sayuran. Selain sayuran buah pedagang responden juga menjual berbagai jenis sayuran daun, lauk pauk dan makanan jadi lainnya, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pedagang. Berdasarkan tabel pendapatan sayuran kacang panjang sebesar Rp. Komoditi buncis sebesar Rp. Komoditi terung sebesar Rp. Komoditi tomat sebesar Rp. dan untuk komoditi ketimun Rp. Dilihat dari perbedaan pendapatan untuk kelima komoditi sayuran buah yang dijual, maka pendapatan yang paling tinggi adalah komoditi ketimun, mengingat harga jual untuk komoditi ini tinggi berbeda dengan harga jual sayuran buah yang lain. Lain halnya dengan komoditi buncis yang pendapatannya rendah. Hal ini disebabkan karena jumlah produk yang dijual sedikit, harga jualnya rendah dan terlebih lagi permintaan akan sayuran buah ini sangat rendah sehingga mempengaruhi pendapatan pedagang. Keuntungan yang diperoleh oleh pedagang sayuran buah dalam satu kali penjualan berbeda-beda. Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa rata-rata nilai R/C untuk tiap komoditi sayuran buah berbeda. Nilai R/C untuk komoditi kacang panjang sebesar 2,44 yang berarti bahwa apabila 1 satu unit input ditambah maka output yang dihasilkan juga akan bertambah sebesar Rp 2,44, komoditi buncis sebesar 1,65 yang berarti bahwa apabila 1 satu unit input ditambah maka output yang dihasilkan akan bertambah sebesar Rp 1,65, komoditi terong sebesar 1,67 yang berarti bahwa jika 1 satu unit input ditambah maka output yang dihasilkan juga akan bertanbah sebesar Rp 1,67, komoditi tomat sebesar 2,34 yang berarti bahwa 1 satu unit input ditambah maka akan menghasilkan output sebesar 2,34 dan komoditi ketimun sebesar 2,19 yang berarti bahwa apabila 1 satu unit input ditambah maka output akan bertambah sebesar Rp 2,19. Berdasarkan kriteria keuntungan penjualan rata-rata dari kelima sayuran buah yaitu 2,05. Dimana nilai R/C lebih dari 1 satu, maka kegiatan ini layak untuk diusahakan, karena mendatangkan keuntungan dan dapat memberikan nilai tambah bagi pendapatan pedagang sayuran keliling. Dengan demikian berdasarkan tabel total rata-rata pendapatan pedagang sayuran buah keliling dalam 1 satu bulan penjualan yaitu sebesar Rp. sehingga dapat dikatakan bahwa pendapatan pedagang sayuran buah keliling menguntungkan. Hubungan Umur, Tingkat Pendidikan Dan Jumlah Beban Tanggungan Dengan Pendapatan Pedagang Sayuran Buah Keliling Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap pedagang sayuran buah keliling di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur, tingkat pendidikan dan jumlah beban tanggungan yang berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh oleh pedagang sayuran buah keliling di Distrik Nabire Barat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Pedagang Sayuran Buah Keliling di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire. Pendapatan Pedagang Sayuran Buah Keliling Constanta X1 Umur X2 Pendidikan X3 Jumlah Tanggungan 324,037 - 13,444 -47,026 18,254 Sumber data Data Primer, 2008 Berdasarkan perhitungan regresi berganda yang dituangkan dalam tabel terlihat bahwa untuk pendapatan pedagang sayuran buah keliling dapat disusun hasil regresi sebagai berikut Y = 324,037 – 13,444 X1 – 47,026 X2 + 18,254 X3. Dari persamaan diatas jelas terlihat bahwa dengan nilai konstanta sebesar 324,037 berarti bahwa pendapatan pedagang dari Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 88 hasil penjualan sayuran buah keliling tidak terjadi perubahan apabila variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan tidak mengalami perubahan dan dianggap tetap Cateris paribus. Berdasarkan tabel dapat dijelaskan bahwa untuk nilai koefisien umur X1 dan koefisien tingkat pendidikan X2 yaitu masing-masing sebesar -13,444 dan menunjukkan bahwa faktor umur dan faktor tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang negatif dengan pendapatan. Artinya jika adanya peningkatan faktor umur dan faktor tingkat pendidikan sebesar 1 satu unit akan mengakibatkan penurunan pendapatan sebesar dan Rp. 47,026. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa faktor umur dan faktor tingkat pendapatan berpengaruh terbalik dengan pendapatan dengan asumsi cateris paribus. Jelas terlihat bahwa pedagang sayuran buah keliling mempunyai tingkat pendapatan yang relatif rendah sedangkan pendapatan yang diperoleh pedagang tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa faktor umur dan faktor tingkat pendidikan pedagang tidak mempengaruhi pendapatan pedagang. Lain halnya dengan faktor jumlah beban tanggungan yang mempunyai hubungan positif dengan pendapatan dengan asumsi cateris paribus, dimana koefisien faktor beban tanggungan sebesar 18,254, yang artinya jika ada penambahan 1 satu satuan jumlah beban tanggungan keluarga, maka akan mengakibatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa faktor jumlah beban tanggungan berpengaruh terhadap pendapatan pedagang. Jelas terlihat bahwa semakin besar jumlah beban tanggungan pedagang maka pedagang akan terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan mereka guna memenuhi semua kebutuhan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikukakan kesimpulan sebagai berikut - Rata-rata total tingkat pendapatan yang diterima dari kelima komoditi sayuran buah per satu bulan penjualan tergolong tinggi yaitu sebesar Rp. tingginya tingkat pendapatan ini karena lebih besar dari dari biaya produksi yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai R/C lebih dari satu, yakni 2,05. Dengan demikian maka kegiatan perdagangan sayuran buah keliling ini layak untuk terus diusahakan karena mendatangkan keuntungan. - Berdasarkan hasil analisis regresi faktor umur dan faktor tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang negatif dengan tingkat pendapatan. Artinya jika ada peningkatan 1 satu unit sebuah variabel maka akan menurunkan pendapatan sebesar 1 satu rupiah, dengan asumsi cateris paribus. Faktor jumlah beban tanggungan mempunyai hubungan yang positif dengan tingkat pendapatan. Artinya jika adanya penambahan 1 satu unit jumlah beban tanggungan maka akan mengakibatkan kenaikan tingkat pendapatan sebesar 1 satu rupiah dengan asumsi cateris paribus. Saran Dari hasil penelitian ini disarankan untuk perlu adanya satu kelompok atau organisasi pedagang sayuran buah keliling dalam mengontrol perkembangan pedagang sayuran buah keliling, dan adanya perhatian pemerintah setempat dalam mengakomodir pedagang sayuran buah keliling ini. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan agrikan UMMU-Ternate Volume 3 Edisi 1 Mei 2010 89 DAFTAR PUSTAKA Ilmu Usahatani, Alumni Bandung Cahyono, Kebijakan Pertanian, Andi Offset, Yogyakarta. Hernanto, Ilmu Usahatani. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta Kartasapoetra, Manajemen Pertanian Agribisnis. Penerbit PT. Bina Angkasa, Jakarta. Mubyarto,1985. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3S. Jakarta Mosher, AT. 1991. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Penerbit CV. Yasaguna. Jakarta. Mott, G. 1992. Dasar-Dasar Penetapan Biaya. Penerbit Arcan. Jakarta. Prayitno dan Arsyad, 1987. Petani Desa Dan Kemiskinan, BPFE. Yogyakarta. Soekartawi, Dr. 1995. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Universitas Brawijaya. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Suharjo, 1979. Sendi-Sendi Pokok Usahatani. Departemen Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Usahatani, Alumni Bandung Cahyono, Kebijakan PertanianDaftar A Pustaka AdiwilagaDAFTAR PUSTAKA Ilmu Usahatani, Alumni Bandung Cahyono, Kebijakan Pertanian, Andi Offset, Usahatani. Penerbit Penebar SwadayaF HernantoHernanto, Ilmu Usahatani. Penerbit Penebar Swadaya, JakartaPengantar Ekonomi PertanianMubyartoMubyarto,1985. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3S. JakartaMenggerakkan dan Membangun PertanianA T MosherMosher, AT. 1991. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Penerbit CV. Yasaguna. Penetapan Biaya. Penerbit ArcanG MottMott, G. 1992. Dasar-Dasar Penetapan Biaya. Penerbit Arcan. Desa Dan KemiskinanArsyad Prayitno DanPrayitno dan Arsyad, 1987. Petani Desa Dan Kemiskinan, BPFE. Pokok Usahatani. Departemen Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian BogorSuharjoSuharjo, 1979. Sendi-Sendi Pokok Usahatani. Departemen Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Usahatani, Alumni Bandung Cahyono, Kebijakan Pertanian, Andi OffsetA Ilmu Usahatani, Alumni Bandung Cahyono, Kebijakan Pertanian, Andi Offset, Pertanian Agribisnis. Penerbit PTG KartasapoetraKartasapoetra, Manajemen Pertanian Agribisnis. Penerbit PT. Bina Angkasa, Jakarta.
Pemasaran online dan lewat reseller juga menjadi strategi andalan yang ditempuh Yunika untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih brand Organik Unik ini awalnya hanya menempuh strategi konvensional, yakni pemasaran dari mulut ke mulut serta promosi kepada teman-teman di media sosial berjalan enam bulan, ternyata peminat keripik buah dan sayur Organik Unik semakin banyak dari luar lingkaran pertemanannya. Dia pun mulai berani menggalakkan promosi online dengan membuat akun khusus di media sosial.“Karena keterbatasan waktu, saya masih belum membuka outlet atau toko sendiri dan masih mengandalkan online melalui Facebook, Twitter dan Instagram lewat akun Organik_Unik,” tuturnya. Lewat media sosial tersebut, dia masih menggarap dua kalangan sekaligus, yakni kalangan end user dan reseller. Dia membuka peluang kerja sama bagi para konsumen yang berminat untuk menjadi penjual kembali dengan potensi keuntungan dari penjualan dan pemain baru, Yunika memang sedang mencari formula pemasaran yang paling tepat “Karena bergerak online, sejauh ini sistem promosi yang paling efektif adalah dengan endorsee, meningkatkan jumlah followers di media sosial dan pesanan,” berkala dia memperbaharui foto-foto produknya. Dia paham, gaya berbelanja masyarakat lewat internet umumnya masih sangat dipengaruhi dengan foto yang dipajang.“Karena saya bisnis online dengan menjual makanan lewat foto, penampilannya saya buat semenarik mungkin, sebanding dengan rasa dan kualitas dari produknya sendiri,” hanya mengutak atik penampilan, dia juga menjaga kepercayaan konsumen dengan pelayanan yang cepat dan pengiriman setiap hari. Tidak ada syarat jumlah pembelian minimum sehingga dia bisa melayani permintaan grosiran maupun keripik Organik Unik dipasarkan ke berbagai kelompok konsumen yang peduli dengan kesehatan, pola hidup sehat dan pentingnya konsumsi makanan 36 tahun ini rajin mempromosikan bisnisnya dengan menyasar kelompok anak muda penggemar olah raga, gym, orang yang menjalani program diet, ibu hamil dan menyusui, ibu yang mempunyai anak-anak banyak pesaing, Yunika yakin mampu memenangi pasar. Terbukti, di umur usaha yang baru beranjak dua tahun, produknya sudah dikenal oleh konsumen di berbagai daerah hingga ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, Korea dan Jepang.“Dengan harga – per kemasan ukuran 180 gram, ini masih terbilang fair. Dengan kemasan cantik, pelayanan dan harga yang fair, saya yakin bisa bersaing dengan yang lain,” kata dia.
Wholesaler atau grosir adalah pihak perantara antara produsen dengan pedagang ritel di pasar. Para pedagang grosir ini akan memperoleh atau membeli produk dengan kuantitas yang banyak dengan harga yang lebih rendah dari pihak produsen, lalu menjualnya ke pihak pengecer ataupun perusahaan ritel. Para pengecer yang membeli produk dari pihak grosir ini akan menjual kembali pada konsumen akhir atau juga untuk kebutuhan bisnis lain miliknya. Pengertian Grosir Agar kita bisa memahami lebih jelas tentang grosir, beberapa ahli menjelaskan bahwa grosir adalah berikut ini 1. Irma Nilasari dan Sri Wilujeng Menurut kedua ahli ini, grosir adalah pihak perantara pedagang yang saling terikat kegiatan perdagangan dalam kuantitas yang banyak dan tidak bisa melayani penjualan pada konsumen tingkat akhir. Kegiatan yang dilakukan oleh grosir adalah membeli barang untuk bisa dijual lagi pada pedagang lain. 2. Basu Swastha Grosir adalah suatu unit usaha yang melakukan kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang pada pihak pengecer ke pedagang lain atau pada pihak pengguna industri, pengguna lembaga, dan juga pada pengguna komersial yang tidak melakukan penjualan dengan volume yang sama pada konsumen tingkat akhir. Baca Juga 5 Cara Menyusun Strategi Bersaing dalam Berbisnis Jenis-Jenis Grosir Saat ini, setidaknya ada tiga jenis grosir yang dibedakan berdasarkan dengan jenis barang yang dijual, luas daerah, dan lapangan kegiatannya. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. 1. Berdasarkan Jenis Barang yang Diperdagangkan Berdasarkan pada jenis barang yang dijualnya, maka jenis grosir ini terbagi menjadi dua, kedua jenis grosir adalah The specialist wholesaler grosir barang khusus, jenis grosir ini adalah grosir ataupun distributor yang khusus hanya menjual beberapa barang tertentu saja. The general line wholesaler Grosir barang umum, adalah grosir atau distributor yang mempunyai dan menjual berbagai jenis barang. 2. Berdasarkan Luas Daerah Usahanya Grosir berdasarkan luas daerahnya bisa kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu The regional wholesaler grosir wilayah atau provinsi, adalah grosir yang mempunyai luas daerah pemasaran untuk semua wilayah di dalam suatu provinsi ataupun negara bagian tertentu saja. The local wholesaler grosir lokal, adalah grosir yang memiliki luas daerah satu kota tertentu saja, seperti tingkat kotamadya, kabupaten, atau karesidenan saja. The national wholesaler grosir nasional, adalah toko grosir yang mempunyai luas daerah pemasaran untuk semua wilayah di dalam suatu negara. 3. Berdasarkan Lapangan Kegiatannya Dilihat berdasarkan lapangan kegiatannya, maka grosir terbagi menjadi delapan jenis, yaitu The service wholesaler grosir penuh adalah grosir yang jenis kegiatan usahanya secara murni dan penuh melakukan aktivitas pembelian serta penjualan yang umumnya dilakukan oleh suatu grosir. The whole collector grosir pengumpul, adalah grosir yang bergerak dalam menghimpun barang tertentu untuk keperluannya sendiri atau karena pesanan dari pihak lain. The limited function wholesaler grosir terbatas, adalah grosir yang hanya bisa melakukan sebagian jasa dari apa yang seharusnya dilakukan oleh pihak grosir secara penuh. Truck wholesaler/Truck jobber/Wagon jobber grosir truk, adalah grosir yang melakukan kegiatan penjualan barang dagang dengan cara memberikan suatu jasa layanan pengiriman barang. Cash carry wholesaler grosir tunai, adalah grosir yang melakukan aktivitas penjualan barang dagang secara tunai dan tidak bisa memberikan jasa layanan antar barang pada konsumennya. Drop shipment wholesaler / Dropshipper grosir pengiriman, adalah grosir yang melakukan aktivitas penjualan barang dan pengiriman barang secara langsung dari produsen ke pembeli. Mail order wholesaler grosir pesanan melalui pos, adalah grosir yang melakukan aktivitas penjualan barang dagangan dengan memesan menggunakan pos. Manufacture wholesaler grosir pabrik, adalah grosir yang melakukan aktivitas penjualan barang dagangan dengan bertindak sebagai pemasok keperluan industri. Perbedaan Antara Grosir dan Eceran Pada dasarnya, arti kata grosir adalah menjual dalam jumlah yang besar dan sedangkan ritel atau eceran menjual dagangannya dalam jumlah satuan atau ketengan. Jadi, eceran dan grosir adalah dua pengaturan distribusi yang termasuk di dalam rantai pasokan. Saat barang diproduksi oleh pihak produsen, maka produk akan dijual dalam jumlah yang banyak atau grosir pada pedagang besar untuk selanjutnya dijual pada pihak pengecer yang pada akhirnya akan dijual pada pelanggan atau konsumen akhir. Agar lebih memahami perbedaan ini, maka kami akan menjelaskan perbedaan yang mendalam antar keduanya. Grosir adalah penjualan barang dengan kuantitas yang banyak dan harga yang murah. Sedangkan pebisnis yang menjual barang pada konsumen tingkat akhir dalam jumlah yang kecil disebut sebagai ritel. Grosir akan menciptakan hubungan antara pihak produsen dan retail, sedangkan retail akan menciptakan hubungan antar pihak grosir dan pelanggan. Perbedaan besar dari retail dan grosir adalah dari komoditas tertentunya, yakni harga grosir akan selalu lebih rendah daripada harga eceran. Di dalam bisnis grosir, tidak akan ada syarat menjual barang yang menjadi keharusan di dalam bisnis retail. Size atau ukuran yang terdapat pada bisnis grosir lebih besar daripada bisnis retail. Di dalam bisnis retail, maka pemilik toko bisa langsung memilih barang secara bebas yang tidak mungkin bisa dilakukan di dalam bisnis grosir karena barang tersebut harus dibeli oleh grosir dalam jumlah yang banyak. Modal yang diperlukan dalam bisnis grosir lebih tinggi daripada bisnis retail Dalam bisnis retail, lokasi toko menjadi hal yang sangat krusial. Sedangkan pada bisnis grosir lokasi toko bukanlah masalah. Ketika menjual barang secara retail, maka tampilan toko dan juga barang harus terlihat menarik agar bisa menggaet banyak pelanggan. Sedangkan dalam grosir, hal semacam itu tidak dibutuhkan. Dalam bisnis grosir, mereka tidak membutuhkan iklan. Sedangkan pada bisnis retail, mereka akan sangat memerlukan iklan guna menarik banyak perhatian dari pelanggan. Cara Grosir atau Wholesaler Mendapatkan Keuntungan Keuntungan yang didapatkan oleh grosir adalah dari adanya selisih harga antara harga barang yang dibeli dari pihak produsen dengan harga barang yang dijual ke pihak retail. Seperti yang kita tahu, pedagang grosir akan membeli produk dalam jumlah yang banyak dari produsen agar bisa memperoleh potongan harga atau diskon. Anda dapat mencari supplier tangan pertama untuk harga termurah. Mereka akan menghasilkan uang dengan cara menjual berbagai produk tersebut ke pihak pengecer dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang sudah mereka keluarkan ke pihak produsen, tapi masih dengan harga yang lebih rendah daripada yang bisa diperoleh langsung dari pihak pengecer ke produsen. Contoh sederhananya, katakanlah ada pihak pengecer yang membeli 100 unit earphone perbulan untuk dijual pada tokonya dan mungkin dia harus mengeluarkan uang sebanyak 100 ribu rupiah per unit bila membeli langsung dari pabriknya. Bila earphone tersebut dijual dengan harga 120 ribu rupiah per unit oleh pengecer, maka dia hanya bisa mendapatkan laba kotor 20 ribu rupiah per unitnya. Namun, ada pedagang grosir yang melakukan pembelian earphone sebanyak 50 ribu unit dari produsen yang sama dan bisa memperoleh harga yang lebih murah, yaitu 40 ribu rupiah per unitnya. Bila pedagang grosir tersebut menjual ke pihak pengecer seharga 80 ribu rupiah, maka pihak grosir bisa memperoleh laba kotor 40 ribu rupiah per unit earphone. Sedangkan, pihak pengecer yang membeli dari pihak grosir dan menjual ke konsumen dengan harga 120 ribu rupiah, maka dia akan mendapatkan laba kotor sebanyak 40 ribu rupiah, lebih banyak daripada membeli langsung dari produsen. Contoh tersebut adalah contoh yang paling sederhana yang pada pelaksanaannya mungkin ada berbagai faktor lain yang turut terlibat di dalamnya, seperti pembelian, penjualan, distribusi, dll. Contoh Usaha Grosir Modal Sedikit Banyak Untung Laris Manis 1. Usaha Grosir Pakaian Murah Usaha grosir pakaian murah menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Sebab, pakaian merupakan salah satu kebutuhan utama manusia sehari-hari selain makanan dan minuman. Untuk mendapatkan distributor pakaian murah, kamu bisa mencarinya di internet. Pilihlah supplier atau distributor pakaian murah yang terpercaya dengan kualitas pakaian bagus, namun dengan harga lebih murah dari distributor lainnya. Jangan lupa, untuk memilih pakaian yang sesuai dengan mode terkini yang sedang trend dan populer untuk dijual. Perlu kamu tahu, penjualannya sekarang juga bisa dilakukan secara online untuk memperluas pangsa pasar dan meraih keuntungan lebih besar. 2. Usaha Grosir Sayur dan Buah-Buahan Sayur-sayuran dan buah-buahan termasuk kebutuhan yang paling penting untuk tubuh manusia. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, gaya hidup sehat sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang demi menjaga tubuh tetap sehat dan imun tetap kuat. Oleh karena itu, membuat usaha grosir sayur-sayuran dan buah-buahan menjadi bisnis yang patut diperhitungkan. Untuk peluang bisnis yang satu ini, kamu harus mencari supplier utama yang menyediakan barang segar. Kamu juga harus memiliki tempat dan trik sendiri agar sayur dan buah yang didapatkan dari supplier tetap segar ketika dijual, seperti memiliki kulkas khusus untuk menyimpan buah dan sayur, hingga membuang bagian yang sudah busuk. Selain itu, kamu juga harus bisa memilih sayur dan buah yang laku di pasaran. Seperti buah contohnya, pilihlah buah yang tidak musiman, seperti apel, semangka, jeruk, melon, dan masih banyak lagi. 3. Usaha Grosir Frozen Food Bisnis yang satu ini sedang naik daun belakangan. Seiring dengan banyaknya karyawan yang harus Work From Home karena pandemi Covid-19 atau Corona, penjualan makanan beku mengalami peningkatan. Banyak orang memilih untuk membeli makanan dalam keadaan beku lantaran praktis, aman dan bisa diolah kapan saja. Makanan frozen food semakin beragam jenisnya, bukan terbatas pada nugget atau sosis saja. Banyak pebisnis yang melakukan inovasi agar tetap bertahan di tengah wabah, misalnya lauk-pauk berbumbu yang dijual beku. Biasanya jual lauk-pauk beku sudah lengkap dengan sambalnya, menarik bukan! Kamu pun bisa mengikuti tren ini dengan membuka usaha grosir frozen food untuk meraup keuntungan besar. Fokuskan anggaran untuk membeli alat-alat pendingin seperti frezzer dan plastik khusus yang membuat makanan dapat tahan lebih lama. 4. Usaha Grosir Minuman Ringan Kemasan Salah satu bisnis grosir dengan modal kecil yang menguntungkan adalah usaha grosir minuman ringan kemasan. Bisnis ini diketahui sangat menggiurkan mengingat minuman merupakan kebutuhan utama manusia setiap hari. Apalagi saat cuaca panas, usaha minuman ringan kemasan laris manis diserbu para konsumen untuk melepaskan dahaga. Saat ini seiring dengan kemajuan teknologi yang mutakhir membuat berbagai minuman dikemas dengan sangat praktis, rapi dan semenarik mungkin. Bahkan awet hingga berbulan-bulan lamanya. Contoh minuman yang dikemas dalam bentuk botol plastik maupun cup adalah minuman kopi, minuman susu, minuman cokelat, kopi, dan lainnya. Untuk mendapatkan pasokan minuman ringan kemasan, kamu bisa mencari distributor minuman ringan kemasan gelas atau cup itu lewat internet. 5. Usaha Grosir Sembako Usaha grosir sembako adalah yang paling umum dilakukan oleh banyak orang. Sebab, usaha grosir semacam ini menjual beragam kebutuhan pokok masyarakat, seperti minyak goreng, beras, terigu, gula, telur, dan produk rumahan lainnya. Meski supermarket atau minimarket terus menjamur, nyatanya usaha grosir sembako tetap dapat melaju kencang. Pasalnya, minimarket dan supermarket umumnya menyasar ke konsumen langsung. Sedangkan, jika menjual sembako secara grosir, berarti target pasarmu adalah para pengecer. Dengan volume yang dibeli lebih banyak, otomatis perputaran uang dari usahamu pun semakin cepat dan menguntungkan. 5 Tips Berguna Sebelum Memulai Usaha Grosir Menjalankan usaha grosir bisa kita katakan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Kesulitan ini yang kerap kali pengusaha grosir temukan yang merupakan angka penjualan yang tidak mengalami perkembangan. Meski sudah berbagai cara mereka lakukan, keuntungannya tetap saja stagnan. Saat ini, Tranding ERP system terintegrasi banyak digunakan oleh banyak bisnis untuk membantu menghemat biaya dan meningkatkan penjualan. Trading ERP system menjadi salah satu pilihan terbaik yang bisa Anda gunakan untuk memulai usaha grosir. Proses yang menggunakan aplikasi ERP untuk perusahaan trading terlengkap mampu meningkatkan efisiensi bisnis. Namun, mungkin Anda juga mulai berpikir kesalahan apa yang Anda lakukan sehingga, usaha tidak berjalan dengan maksimal. Nah, untuk membantu anda meningkatkan angka penjualan usaha grosir anda, serta mengetahui skema perhitungan harga software untuk mendapatkan gambaran harga. kami berikan tips-tips yang bisa anda baca dan terapkan di bisnis grosir anda. Berikut lima di antaranya 1. Survei harga pasar Sebelum memulai usaha grosir, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mengetahui harga pasar dari barang yang anda jual. Hal ini penting untuk menghindari kejadian di mana pelanggan anda malah lari ke toko sebelah karena harga yang anda berikan terlalu mahal. Tak ada salahnya menjual barang dengan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor. Namun jangan sampai anda menanggung rugi karena malah menawarkan harga yang terlalu murah. 2. Tambah varian Jika anda menemukan pelanggan anda menanyakan suatu barang namun anda belum menjualnya, usahakan agar barang tersebut tersedia di toko anda beberapa hari kemudian. Makin lengkap barang yang anda jual, makin banyak pula pelanggan usaha grosir anda. Cara ini terbukti efektif meningkatkan penjualan, terutama bagi anda yang baru saja memulai bisnis ini. Tak hanya itu, konsumen menyukai toko grosir yang mana mereka bisa berbelanja apa saja. 3. Tingkatkan pelayanan Jika anda melayani konsumen dengan wajah cemberut, ketus, atau tidak ramah, jangan heran jika kemudian hari toko grosir anda jadi sepi pengunjung. Sudah cukup banyak terjadi kasus di mana konsumen yang dilayani dengan tidak baik lalu memposting keluhannya di media sosial dan berujung viral. Maka dari itu, layani konsumen anda sebaik mungkin. Berikan senyum jika anda melayani mereka secara langsung. Jika usaha grosir anda berbasis online, gunakan emoticon agar komunikasi menjadi cair dan lebih nyaman. Aplikasi customer service dapat Anda coba untuk menciptakan retensi dan loyalitas dengan kualitas pelayanan pelanggan yang lebih maksimal. Sehingga, penjualan Anda dapat meningkat secara signifikkan. Anda bisa mengunduh skema perhitungan harga software ERP dari Mekari untuk menghitung skema pembayaran. 4. Tawarkan diskon Siapa yang tidak suka jika diberikan diskon saat berbelanja. Strategi inilah yang banyak dijalankan oleh berbagai pebisnis usaha grosir untuk mendongkrak penjualan mereka saat baru saja membuka toko grosir. Tak perlu memberikan potongan harga yang fantastis seperti 50% sampai dengan 70%. Pemberian diskon 10% – 20% pun sudah cukup untuk mendatangkan banyak konsumen ke toko grosir anda. Oleh karena itu, banyak pebisnis yang menggunakan metode ini sebagai pemasaran. Sehingga, penjualan dapat meningkat dan pendapatan bisnis menjadi berkembang. 5. Adakan fitur pesan antar Buat anda yang menjalankan bisnis online, strategi yang satu ini cukup efektif menaikkan angka penjualan. Pelanggan tak perlu datang langsung ke toko anda, cukup memesan barang yang ingin mereka beli secara online, barang akan kurir antar langsung ke rumah. Sudah cukup banyak perusahaan transportasi online yang menawarkan kerjasama untuk bisnis kecil atau rumah makan sederhana sekali pun. Anda cukup mengajukan tawaran kerjasama dengan perusahaan tersebut, maka usaha grosir anda pun akan terdaftar tak lama kemudian. Sampai di sini, ternyata menjalankan bisnis grosir itu tak lagi susah-susah gampang, melainkan gampang-gampang susah. Alias lebih banyak kemudahannya dibandingkan kesukaran yang mungkin ditemukan. Ada banyak tips dan trik untuk kemudahan menjalankan bisnis grosir, namun lima hal di atas adalah yang paling mudah anda jalankan.