PEMERINTAHKABUPATEN KEDIRI. Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 . Instansi. Sekretariat Daerah Adapunmaksud dan tujuan dilaksanakannya partisipasi dalam kegiatan Pekan Budaya dan Pariwisata Tahun 2018 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kediri ini adalah : Mempromosikan inovasi pelayanan publik bidang perizinan pada DPMPTSP Kabupaten Kediri. Dilanjutdengan Pemilihan Putra Putri Batik pada tanggal 12 Juli, dan Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana tanggal 13 Juli. "Puncak Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri akan diramaikan dengan persempahan Tari Kolosal 1.000 Barong. Bagi penggemar wisata seni budaya, ini waktu yang tepat untuk berkunjung. PekanBudaya dan Pariwisata, merupakan salah satu aktifitas rutin yang mereka gelar di tiap tahun, even ini pun mampu tumbuh jadi salah satu ikon seni budaya tanah air. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri tahun 2010 merupakan rangkaian pesta seni, budaya dan pariwisata masyarakat Kediri beserta Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam rangka PekanBudaya dan Pariwisata Tahun 2018 merupakan salah satu ajang yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kediri, selain untuk mengekspose budaya Kabupaten Kediri, juga menampilkan berbagai potensi yang dimiliki dari berbagai sektor. Harapan lain dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya kerjasama yang baik antar instansi perizinan dari PekanBudaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 kembali digelar. Agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Kediri merupakan promosi budaya dan pariwisata dengan mengangkat tema besar dari cerita panji. Event tahunan yang bertajuk Panji Balik Kampung, Nyawijining Hanyengkuyung Kadiri Hanggayuh Mukti, merupakan inspirasi Kreasi Berbagai PekanBudaya dan Pariwisata Kediri merupakan acara tahunan untuk mempromosikan kebudayaan serta pariwisata kota Kediri. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Untuk tema tahun ini adalah "Amestuti Budaya Leluhur, Angesthi Kediri Misuwur". Berikut jadwal acara Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018: Ruwatan Panji Tanggal: 04 Juli 2018; Lokasi: Candi Tegowangi; Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias Tanggal: 08 Juli 2018; Lokasi: Kawasan Monumen SLG; Stand Pameran Desa Wisata PekanBudaya Dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2016 di mulai pada Hari Minggu Tanggal 31 Juli sampai dengan 6 Agustus 2016 Bertempat Di Kawasan SLG (Simpang Lima Gumul) Kediri dengan tema pameran, yaitu Kerajinan / Kriya dan Kuliner Kreatif Desa Wisata, Produk-produk Industri Pariwisata dan Informasi Pembangunan dan Pengembangan Kepariwisataan. Salahsatunya lewat Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Event ini terdiri dari Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Ada juga galeri pameran potensi Kediri hingga pagelaran seni dan kreativitas. Selain lokal, ada juga peserta dari 6 daerah di Indonesia. Pekan Budaya dan Pariwisata akan digelar 7-13 Juli 2019. PekanBudaya dan Pariwisata, merupakan salah satu aktifitas rutin yang mereka gelar di tiap tahun, even ini pun mampu tumbuh jadi salah satu ikon seni budaya tanah air. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri tahun 2010 merupakan rangkaian pesta seni, budaya dan pariwisata masyarakat Kediri beserta Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam rangka pengembangan seni budaya dan pariwisata Kabupaten Kediri yang dikemas dalam satu rangkaian kegiatan. GXkqW. Kediri – Kabupaten Kediri siap menggaet lebih banyak wisatawan tahun ini. Berbagai amunisi disiapkan. Salah satunya lewat Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Budaya dan Pariwisata terdiri dari Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Ada juga galeri pameran potensi Kediri hingga pagelaran seni dan kreativitas. Selain lokal, ada juga peserta dari enam daerah di Indonesia. Pekan Budaya dan Pariwisata akan digelar 7-13 Juli 2019.“Jumlah kunjungan wisatawan harus dioptimalkan. Apalagi, momentumnya masih libur sekolah. Untuk itu, kami gelar Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 dimulai pada hari Minggu. Nantinya dipastikan akan ada banyak wisatawan yang berada di Kabupaten Kediri,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 adalah perhelatan ke-15. Konsep yang diusung “Panji Balik Kampung”. Hal ini guna menggaungkan cerita Panji yang sebelumnya dipilih Unesco sebagai Memory of the World MoW. Untuk temanya Nyawiji Hanyengkuyung Kadiri, Hanggayuh Mukti’. Artinya, menyatukan hati, jiwa, cipta, rasa dan karsa dari berbagai elemen untuk menggapai cita-cita Kediri Mulya Sejahtera.“Semua kegiatan akan dikemas semaksimal dan semenarik mungkin serta sangat lengkap. Beragam potensi besar yang dimiliki akan ditampilkan. Untuk itu, silakan datang ke Kediri. Mari nikmati beragam kemeriahan pesta budaya,” ini pasti sangat dinanti oleh masyarakat luas, diawali Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias pada Minggu 7 Juli pukul WIB. Start dimulai dari halaman Kantor Pemkab Kediri dan finish berada di Kawasan Simpang Lima Gumul. Akan dimeriahkan pula oleh Marching Band dari Akademi Perkeretaapian Indonesia API perhelatan Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 terbagi dalam 21 zona. Pameran Kepariwisataan, Kebudayaan, dan UMKM akan menampilkan sekitar 228 stand. Ada Desa Wisata dan Industri Kreatif Kepariwisataan, yang berisi seluruh pelaku industri pariwisata Kediri. Zona lain, Pembangunan dan Investasi juga zona Kampung Panji dan Rumah Peradaban, zona ini berisi seluruh hasil karya seni hingga fotografi. Kemudian zona Usaha Mikro dan Perdagangan. Area lainnya berupa zona swasta dan wahana permainan anak. Bagi kawula muda, Streetfood Festival menempati zona ke-10.“Semuanya sudah tertata dengan baik. Hal ini tentunya akan memudahkan wisatawan dalam mencari konten atau kerajinan tangan yang diinginkan. Kami optimistis, event ini akan dibanjiri oleh wisatawan. Dengan melibatkan seluruh instansi terkait, pariwisata di Kabupaten Kediri akan semakin meningkat,” tarik event ini memang dikuatkan dengan Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreativitas. Ada delapan kegiatan budaya yang akan ditampilkan. Pagelaran Kesenian menyajikan Drama Tari Panji Asmarantaka, Ludruk, Ketoprak, Jaranan, dan Lomba Menyanyi Campur Sari. Pentas Kreativitas ada Festival Band, Storytelling Cerita Panji, Paduan Suara Pelajar, dan Pemilihan Putra-Putri Batik penghujung acara, sebagai pamungkas adalah digelarnya Tari Kolosal Barong Sewu. Barong sewu ini melibatkan para seniman jaranan khususnya pebarong dari wilayah Kabupaten Kediri hingga luar pulau seperti Bontang yang langganan hadir.“Ayo Sahabat Budaya, luangkan waktu untuk melihat secara langsung Pekan Budaya dan Pariwiaata Kab. Kediri. Manjakan diri, puaskan hati di Kediri Lagi dan nikmati pesona keindahan Kabupaten Kediri,” ajaknya. [adv kominfo/nng] Jakarta - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar Pekan Budaya dan Pariwisata 2017, mulai 16-22 Juli 2017. Hal ini dilakukan untuk melestarikan dan promosi beragam potensi budaya di daerah ini. "Ada beragam kreativitas, produk unggulan, serta potensi dari berbagai daerah akan disuguhkan pada masyarakat luas," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan di Kediri, Minggu, 16/ pekan budaya tersebut juga bersamaan dengan pelaksanaan festival panji nasional. Ini adalah program kerjasama antara Pemkab Kediri, Pemprov Jatim, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tema kegiatan ini adalah Panji merajut keharmonisan mengatakan festival akan diawali parade budaya dan pawai mobil hias. Mobil hias juga dihias sesuai dengan tema kebudayaan, misalnya Sri Tanjung, Joko Kendhil, Ande-ande Lumut, Adipati Panjer, dan beragam tema lainnya. "Untuk mobil hias ada beberapa tema yang diangkat dan acara ini diikuti oleh instansi pemerintah, swasta dan BUMD," juga menggelar pameran pariwisata, budaya serta UMKM di lokasi SLG Kabupaten Kediri. Terdapat ratusan tempat yang disediakan baik untuk instansi pemerintah, perusahaan swasta, lembaga keuangan dan perbankan, pelaku UMKM, maupun industri jasa keuangan dan pariwisata. Di lokasi itu, tambah dia, pelaku UMKM, industri, serta jasa pariwisata akan menyajikan beragam produk unggulan yang terbagi dalam beberapa zona atau kategori. Zona tersebut adalah kampung Panji dan rumah peradaban, pembangunan dan investasi kepariwisataan, desa wisata dan industri kreatif Lalu ada juga zona usaha mikro dan perdagangan, zona swasta dan permainan anak, zona komunitas dan "Kediri street food festival", serta zona "Kediri pioneering creativity contest".Beragam pagelaran kesenian Panji dari berbagai daerah akan dipentaskan. Misalnya, "Fashion barong", janger Banyuwangi, gambuh Denpasar Bali, wayang beber Pacitan, dan kinanti sekar dari Yogyakarta. "Nanti juga ada pentas kreativitas sebagai sarana para generasi muda menyalurkan bakat dan kreasi, yang dikemas dalam lomba akustik dan festival teater Panji," kata rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pertunjukan tari kolosal barong Nusantara, tepatnya pada 22 Juli 2017 di kawasan SLG. ANTARA Kediri ANTARA News - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan menggelar Pekan Budaya dan Pariwisata 2017, mulai 16-22 Juli 2017, sebagai upaya melestarikan dan promosi beragam potensi budaya di daerah ini. "Ini bagian dari media promosi, apresiasi seni. Ada beragam kreativitas, produk unggulan, serta potensi dari berbagai daerah akan disuguhkan pada masyarakat luas," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan di Kediri, Minggu. Ia mengatakan, beragam aktivitas itu sengaja akan digelar dalam festival ini. Bahkan yang istimewa, pelaksananaan pekan budaya tersebut juga bersamaan dengan pelaksanaan festival panji nasional yang merupakan program bentuk kerjasama antara Pemkab Kediri, Pemprov Jatim, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan ini, pemerintah kabupaten mengusung tema "Panji merajut keharmonisan Nusantara". Kegiatan ini juga akan diikuti beragam unsur masyarakat umum maupun instansi. Mereka juga membuat beragam acara untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Krisna menyebut, mengawali kegiatan itu, akan diadakan parade budaya dan pawai mobil hias. Mobil hias juga dihias sesuai dengan tema kebudayaan, misalnya Sri Tanjung, Joko Kendhil, Ande-ande Lumut, Adipati Panjer, dan beragam tema lainnya. "Untuk mobil hias ada beberapa tema yang diangkat dan acara ini diikuti oleh instansi pemerintah, swasta dan BUMD," ujarnya. Parade mobil hias ini akan dipusatkan di kawasan Simpang Lima Gumul SLG. Kendaraan akan konvoi, sehingga masyarakat pun bisa melihatnya. Selain mobil hias, Krisna juga mengatakan pemerintah juga menggelar pameran pariwisata, budaya serta UMKM di lokasi SLG Kabupaten Kediri. Terdapat ratusan tempat yang disediakan baik untuk instansi pemerintah, perusahaan swasta, lembaga keuangan dan perbankan, pelaku UMKM, maupun industri jasa keuangan dan pariwisata. Di lokasi itu, tambah dia, pelaku UMKM, industri, serta jasa pariwisata akan menyajikan beragam produk unggulan yang terbagi dalam beberapa zona atau kategori, yaitu zona kampung Panji dan rumah peradaban, zona pembangunan dan investasi kepariwisataan, zona desa wisata dan industri kreatif kepariwisataan, zona usaha mikro dan perdagangan, zona swasta dan permainan anak, zona komunitas dan "Kediri street food festival", serta zona "Kediri pioneering creativity contest". Krisna menambahkan, selain kegiatan tersebut, juga beragam pagelaran kesenian Panji dari berbagai daerah akan pentas. Misalnya, "Fashion barong", janger Banyuwangi, gambuh Denpasar Bali, wayang beber Pacitan, dan kinanti sekar dari Yogyakarta. "Nanti juga ada pentas kreativitas sebagai sarana para generasi muda menyalurkan bakat dan kreasi, yang dikemas dalam lomba akustik dan festival teater Panji," kata Krisna. Krisna juga mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan pertunjukan tari kolosal barong Nusantara, tepatnya pada 22 Juli 2017 di kawasan SLG. Ia pun berharap, kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses. Masyarakat pun juga akan semakin paham dengan beragam potensi budaya di Kabupaten Kediri, termasuk tentang cerita Panji. Pewarta Destyan Hendri Sujarwoko/ Asmaul ChusnaEditor Unggul Tri Ratomo COPYRIGHT © ANTARA 2017